Tampilkan postingan dengan label Profil Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil Tokoh. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 September 2018

Biografi Tjut Meutia Srikandi dari Aceh

http://www.fuznamubarak.ga/2016/12/biografi-tjut-meutia-srikandi-dari-aceh.html

Biografi Tjut Meutia 

Tjut Meutia adalah salah satu pahlawan nasional wanita yang beasal dari Aceh. Tjut Meutia lahir di Kereutoe, Pirak, Aceh Utara pada tahun 1870 tepatnya 3 tahun sebelum perang Aceh berkecamuk. 

Tjut Meutia mempunyai kepribadian yang tangguh dan pemberani bahkan hingga titik darahh penggahbisan. 

Tjut Meutia mempunyai suami yang bernama Teuku Muhammad atau biasa disebut Teuku cik Tunong yang sama-sama berjuang melawan Belanda. Namun Teuku Muhammad ditangkap dan dihukum mati dengan cara ditembak oleh Belanda di tepi pantai Lhokseumawe pada bulan Maret 1905. 

Sebelum meninggal, Teuku Muhammad sempat berpesan kepada sahabatnya yaitu Pang Nagroe untuk menikahi istri nya Tjut Meutia. Tjut Meutia mempunyai seorang anak dari Teuku Muhammad yaitu Teuku Raja Sabi.Kemudian Tjut Meutia menikah dengan Pang Nangroe.

Setelah itu Tjut Meutia terus melanjutkan untuk perjuangan untuk melawan belanda. Namun pasukan mereka semakin tertian mundur.  Pada tanggal 26 September  1910, dalam suatu pertempuran melawan Korps Marechausee  Pang Nangroe tewas, dan Tjut Meutia berhasil selamat, dan kemudian Tjut Meutia bersama pejuang-pejuang lain yang masih selamat lari ke hutan untuk menyelamatkan diri. 

Banyak pasukan Tjut Meutia yang meyerah, namun Tjut Meutia mempunyai sikap yang keras dan pantang menyerah sehingga dia terus berjuang dan tidak pernah menyerah, dia bersemunyi di pedalaman rimba Pasai bersama anaknya Teuku Raja Sabil, yang saat itu masih berusia 11 tahun.

Biografi Tjut Meutia Srikandi dari Aceh


Pada tanggal 24 Oktober 1910, Belanda telah merencanakan untuk melakukan pengepungan dan akhirnya Tjut Meutia ditemukan. Walaupun dikepung oleh Belanda dengan senjata yang lengkap, namun Tjut Meutia pun tetap tidak menyerah begitu saja, Dengan sebilah Rencong yang ada ditangannya, dengan berani Tjut Meutia terus melakukan perlawanan. 

Namun, Tjut Meutia tumbang setelah terkena 3 buah tembakan menembus badannya. Dan akhirnya perlawanan Tjut Meutia terhenti, namun perjuangannya tetap dikenang hingga sekarang.

Tjut Meutia resmi mendapatkan gelar pahlawan nasional berdasarkan SK Presiden : Keppres No. 107 tahun 1964, pada tanggal 2 Mei 1964.

Semoga sekilas Biografi Tjut Meutia Srikandi dari Aceh ini, dapat menjadi tauldan bagi generasi bangsa ini.

Biografi Mohammad Hoesni Thamrin




http://www.fuznamubarak.ga/2018/09/biografi-mohammad-hoesni-thamrin.html

Mohammad Hoesni Thamrin lahir di Jakarta pada tanggal 16 Februari tahun 1894 di Jakarta dulu disebut Weltevreden, Batavia.   

Mohammad Hoesni Thamrin mempunyai 5 saudara laki-laki dan 1 saudara perempuan. Ayahnya bernama Thamrin bin Thabri. 

Mohammad Hoesni Thamrin sangat populer di Masyarakat Betawi, daerah kelahirannya. 

Mohammad Hoesni Thamrin merupakan anggota dewan rakyat Hindia atau Volksraad pertama yang berasal dari Betawi. 

Walaupun Mohammad Hoesni Thamrin merupakan suku Betawi dia mempunyai darah Belanda dari sang kakek, namun dia sangat cinta tehadap Betawi.

Pada tahun 1919, Mohammad Hoesni Thamrin  dipercayakan menjadi Dewan Kota Jakarta. 

Pada tahun 1927, Mohammad Hoesni Thamrin bekerja di perusahaan perkapalan Koniklijke Paketvaart-Maatschappij. Kemudian pada tahun 1935, Mohammad Hoesni Thamrin menjadi anggota Volksraad Dewan Rakyat untuk mewakili kelmpok Pribumi. 

Pada tahun 1939, tercipta sebuah mosi yang mempersoalkan keberadaan Indonesia; Indoesisch; dan Indonesier yang artinya nerujuk kepada Negara, Bahasa, dan Rakyat Indonesia. Dalam mosinya, Mohammad Hoesni Thamrin meminta untuk ketiga hal tersebut dipakai untuk menggantikan Netherlands Indie, Nederlands Indische dan Inlander. 

Biografi Mohammad Hoesni Thamrin

Mohammad Hoesni Thamrin sangat peduli dengan nasib rakyat Indonesia, beliau sering menentang berbagai kebijakan yang dianggap tidak menguntungkan rakyat Indonesia atau hanya mengguntungkan Belanda. 

Contohnya pada saat pembangunan perumahan Menteng yang lebih menjadi prioritas dibandingkan dengan pembangunan perkampungan kumuh. Kebijakan lainnya juga yang dianggap Mohammad Hoesni Thamrin tidak menguntungkan rakyat Indonesia adalah harga beli komoditas lebih rendah dibandingkan dengan hasil kebun milik Belanda. 

Yang lainnya juga  adalah anggaran perang yang lebih besar dibandingkan dengan anggaran pertanian. 

Mohammad Hoesni Thamrin pernah juga aktif dalam partai, yaitu Partai Indonesia Raya disingkat PARINDRA. Setelah bergabung, Mohammad Hoesni Thamrin dijadikan sebagai ketua setelah beberapa tahun bergabung. 

Mohammad Hoesni Thamrin juga merupakan salah satu orang yang terlibat dalam pencetusan Gaboengan Politiek Indonesia yang biasa disingkat GAPI pada bulan Mei 1939. Sebelum meninggal pada tanggal 11 Januari 1941, Mohammad Hoesni Thamrin dijadikan tahanan rumah karena dia dicurigai bekerja sama dengan Jepang. 

Lima hari kemudian, Mohammad Hoesni Thamrin meninggal dan dimakamkan di perkuburan Karet, Jakarta.

Demikian Sejarah singkat Biografi Mohammad Hoesni Thamrin Pejuang dari Betawi.