Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 September 2018

Sejarah Sendok, Garpu, Dan Pisau


Bagi masyarakat modern, terutama yang tinggal di perkotaan akan lebih menyukai apabila makan menggunakan sendok, garpu, dan pisau. Sebelum peralatan makan tersebut, manusia pada masa lampau hanya menggunakan tangan untuk mengambil dan memasukan makanan ke mulutnya. Masing – masing peralatan makan tersebut memiliki sejarah yang berbeda dan mereka ditemukan tidak secara bersamaan.
 

Sendok


Sendok merupakan salah satu peralatan makan tertua. Dibandingkan peralatan makan yang lain, sendok lebih dibutuhkan karena diperlukan untuk meraup makanan.

Pada masa lampau, sendok kuno terbuat dengan memanfaatkan bahan – bahan alam seperti dari kerang atau batu yang dibentuk, dan pada awalnya sendok tidak memiliki pegangan.

Belum diketahui waktu yang pasti kapan sendok ditemukan. Manusia kuno saat itu menggunakan tulang binatang untuk dijadikan pegangan sendok. 

Bukti arkeologi lainnya menemukan fakta bahwa pada 1000 SM, bangsa Mesir kuno menggunakan sendok untuk tujuan agama. 

Sendok tersebut terbuat dari bahan seperti gading, kayu, dan batu tertulis, selain itu sendok tersebut juga dihiasi dengan hieroglif (tulisan Mesir kuno).

Sementara itu, pada masa Kekaisaran Yunani dan Romawi, sendok mulai terbuat dari perunngu dan perak. Tetapi sendok tersebut hanya digunakan oleh orang kaya.

Di Inggris, bukti yang berhasiil terdokumentasi sendok pertama adalah pada tahun 1259 M, ketika masa pemerintahan Raja Edward I. Sang Raja menyimpan sendok – sendoknya di lemari. 

Jadi sendok tidak hanya digunakan untuk makan, tetapi juga dalam upacara, hiasan dan untuk menunjukkan kekayaan dan kekuasaan. Misalnya, penobatan setiap raja Inggris selalu dilanjutkan dengan ritual di mana raja baru akan diurapi oleh sendok seremonial. 

Selama periode Tudor dan Stuart, sendok semakin memiliki peran penting. Terdapat kebiasaan pada periode tersebut untuk memberikan sendok sebagai hadiah pembaptisan. 

Awalnya satu set hadiah sendok ini terdiri dari 12 sendok tetapi kemudian ditambah menjadi satu sehingga berjumlah tiga belas untuk menghormati sosok Kristus. 

Praktek ini melahirkan tradisi sendok pembaptisan dan lazim dilakukan oleh semua kelas sosial masyarakat pada saat itu. Satu - satunya perbedaan adalah bahan pembuatan sendok. 

Biasanya untuk kelas atas, sendok mereka terbuat dari perak atau emas dan tembaga atau kuningan untuk kelas masyarakat lebih rendah.

Desain sendok berubah sepanjang periode Renaissance dan Baroque sebelum akhirnya ada kesepatan standarisasi sendok pada sekitar abad ke-18.
 

Garpu 


Diperkirakan, garpu meja paling awal dibuat di Mesir Kuno. Budaya Qijia (2400-1900 SM) yang merupakan bagian dari China juga diketahui telah menggunakan garpu.

Seribu tahun kemudian, popularitas garpu di dunia Barat menyebar melalui Jalan Sutra ke Venesia. Salah satu bukti tercatat paling awal dari garpu di Venesia adalah dari cerita yang berasal dari abad ke-11, yaitu ketika pernikahan putri Bizantium, Theodora Anna Doukaina dengan Domenico Selvo. Dalam pernikahan ini garpu emas dijadikan sebagai bagian dari mas kawin.

Popularitas garpu mulai berkembang selama abad ke-16 M karena jasa trend setter Catherine de Medici. Dia membantu mempopulerkan garpu (serta pasta, minyak zaitun, chianti dan pemisahan manis dan gurih) dengan tabel Perancis setelah menikah dengan Raja Henry II.
 

Pisau 


Sejak zaman prasejarah, pisau memiliki dualisme manfaat, baik sebagai senjata dan alat makan. Hal ini cukup logis karena manusia membutuhkan suatu alat untuk memotong makanan. Namun, bentuk pisau baru mulai dibentuk secara khusus agar dapat digunakan di meja ketika Dinasti Bourbon di Perancis.  

Demikian sekilas Sejarah Sendok, Garpu, Dan Pisau. semoga bermanfaat

Selasa, 18 September 2018

Manfaat Berkemah Bagi Anak

 http://www.fuznamubarak.ga/2018/09/manfaat-berkemah-bagi-anak.html



Manfaat Berkemah Bagi Anak belum begitu di sadari oleh banyak orang tua. Kebanyakan mereka akan bingung bila anak meminta izin untuk ikut berkemah bersama teman-temannya.

Biasanya orangtua akan merasa dilematis untuk memutuskan hal yang satu ini. Jika diizinkan, mereka takut kalau-kalau nanti terjadi sesuatu yang tidak diharapkan. Tetapi jika dilarang, anak biasanya akan marah dan kecewa, juga menganggap orangtua tidak pengertian dan tidak mau memberikan kesempatan kepadanya untuk bisa bersenang-senang bersama teman.

Memberi izin kepada anak untuk berkemah memang tidak mudah. Terutama bagi orangtua yang tidak biasa melepaskan anak bermalam di suatu tempat yang baru dan bersama pihak lain.

Kondisi seperti ini akan cenderung membuat orangtua ingin melarang anak agar tidak jadi ikut berkemah. Sebab, membiarkan anak pergi berkemah boleh jadi akan membuat perasaan orangtua menjadi terasa sangat tersiksa.

Bayangan-bayangan negatif yang mungkin terjadi pada diri anak selama di berkemah akan terasa sulit sekali untuk dihapuskan.

Menyikapi hal di atas, sebagai upaya untuk menghindarkan perasaan khawatir yang berlebihan maka orangtua seyogyanya meyakinkan terlebih dahulu bahwa anak akan mengikuti acara berkemah bersama orang-orang yang dapat dipercaya dan di lokasi yang tidak membahayakan (aman).

Bila semuanya sudah jelas, janganlah orangtua lupa untuk memberikan penjelasan kepada anak tentang apa saja yang harus dilakukan apabila ia mendapatkan kendala saat berkemah. Selain itu, pesankan kepada anak dengan cara yang bijak agar ia selalu menjaga diri dengan baik.

Sejatinya, banyak nilai positif yang dapat diambil oleh anak melalui berkemah ini. Beberapa di antaranya adalah :


1. Mengajarkan anak bagaimana bertahan hidup
2. Belajar bekerja sama dengan orang lain bila ia membutuhkan bantuan
3. Belajar bagaimana cara membuat tempat untuk beristirahat yang nyaman dan aman.

Selain itu, berkemah juga baik untuk merangsang kecerdasan natural (naturalist intelligence) anak. Sebab, membiarkan anak berada di ruang terbuka dapat mendorong anak mengetahui banyak informasi dan pengetahuan tentang bentuk-bentuk alam yang ada di sekitarnya ( dr. Maya & Wido, 2006).

Itulah Manfaat Berkemah Bagi Kecerdasan Natural Anak semoga orang tua bisa bijak dalam menyikapi tentang hal ini.

Selasa, 10 Oktober 2017

20 Kata Motivasi dari Orang-orang Sukses


20 Kata Motivasi dari Orang-orang Sukses

20 Kata Motivasi dari Orang-orang Sukses ini adalah kata-kata Motivasi yang memang benar-benar dari orang-orang sukses di bidangnya masing-masing, bukan sekedar orang yang pandai berkata-kata namun kurang dalam bertindak.

Teman-teman pasti akan lebih nyaman dan lebih mau menerima sebuah nasehat dari orang yang antara perkataan dan perbuatan cenderung sama, bukan begitu???, saya pun demikian.... 

Mungkin sebagian dari mereka sudah anda kenal dan sebagian yang lain belum, kalau penasaran silahkan searching di internet.

Langsung saja teman-teman baca dan rasakan perubahan pada diri anda..... saya berharap akan ada perubahan yang lebih baik dan menjadi lebih bersemangat menghadapi persoalan hidup yang sebenarnya tidak perlu dipersoalkan .... 😃😃😃

 20 Kata Motivasi dari Orang-orang Sukses

 Annie Dillard

Jika kita mendengarkan akal kita, kita tidak akan pernah memiliki hubungan cinta dan Kita tidak akan pernah memiliki sebuah persahabatan.

 Ralph Waldo Emerson

Jangan terlalu pemalu dan teliti tentang tindakan Anda. Semua kehidupan adalah eksperimen. Lebih banyak percobaan akan membuat Anda menjadi lebih baik.

 Malala Yousafzai b.1997, aktifis peraih nobel

"Mari kita ingat: satu buku, satu pen, satu anak, dan satu guru dapat mengubah dunia."

Wayne Dyer (1940-2015), filsuf, penulis, pembicara motivasi.

“Bertindaklah sekarang. Masa depan tidak pernah menjanjikan kepada satu orang pun.”

Albert Einstein (1879-1955), ahli fisika, peraih hadiah Nobel.

"Berusahalah untuk tidak sukses, tetapi berusahalah menjadi bernilai."

 Eleanor Roosevelt (1884-1962), Ibu Negara Amerika Serikat 1933 – 1945.

"Tidak ada yang bisa membuat Anda merasa rendah diri tanpa izin Anda."

Bruce Lee (1940-1973)

"Jika Anda selalu menempatkan batas pada segala sesuatu yang Anda lakukan, fisik atau apa pun, itu akan menyebar ke dalam pekerjaan Anda dan hidup Anda. Tidak ada batasan, yang ada hanya dataran tinggi, dan anda harus melampauinya.”

Jim Rohn

"Sukses tidak lebih dari beberapa disiplin yang sederhana, yakni berlatih setiap hari."

 Fransiskus dari Asisi

"Mulai dengan melakukan apa dibutuhkan; kemudian melakukan apa yang mungkin; dan tiba-tiba Anda melakukan yang mustahil."

W. H. Murray

" Apa pun yang dapat Anda lakukan, atau mimpi yang anda bisa, maka lakukanlah !!. didalam Keberanian ada kejeniusan, kekuatan, dan keajaiban.”

Dr. Maxwell Maltz

"Perbedaan antara orang yang Sukses dan orang yang gagal bukanlah pada kemampuan dan ide-idenya, tetapi Keberanian bertaruh pada ide-idenya, dengan mengambil resiko dan merealisasikannya "

Carl Sagan

"Di suatu tempat, ada sesuatu yang luar biasa yang menunggu untuk dikenal."

 Steve Jobs

Anda tidak akan bisa menghubungkan titik-titik yang terlihat di depan anda, anda hanya bisa menghubungkan titik-titk itu dengan melihat ke belakang.

Jadi Anda harus percaya bahwa titik-titik itu akan terhubung di masa depan Anda entah bagaimana caranya.

Anda harus percaya pada sesuatu- takdir, kehidupan, karma, apa pun itu.

Pendekatan ini tidak pernah membiarkan saya jatuh, dan itu telah membuat semua perbedaan dalam hidup saya.

Norman Vincent Peale

" Ubahlah pikiran Anda dan Anda mengubah dunia Anda."

Theodore Roosevelt

"Percayalah bahwa Anda bisa dan Anda sedang berada setengah jalan disana."

Swami Sivananda

"Letakkan hati, pikiran, dan jiwa bahkan ke dalam setiap tindakan terkecil Anda. Ini adalah rahasia keberhasilan."

Eleanor Roosevelt

"Anda harus melakukan hal-hal yang Anda pikir Anda tidak bisa lakukan"

Mike Ditka

"Sukses tidak diukur dengan uang atau kekuasaan atau peringkat sosial. Keberhasilan diukur oleh kedisiplinan dan kedamaian batin anda."

Mark Twain (1835-1910)

"Dua puluh tahun dari sekarang Anda akan lebih kecewa oleh hal-hal yang tidak Anda lakukan daripada yang Anda lakukan. Jadi buang tali kekang. Berlayar jauh dari pelabuhan yang aman. Menangkap angin perdagangan di layar Anda. Jelajahi. Mimpilah. Temukan."

Anaïs Nin (1903-1977), penulis.

"Kita tidak melihat hal-hal seperti apa adanya, kita melihatnya dari sudut pandang kita."

Ross Perot b.1930, businessman.

“Kebanyakan orang berhenti hanya karena mereka menyadari akan berhasil.
Mereka berhenti ketika sudah dekat sekali.
Mereka menyerah pada menit terakhir permainan, yaitu satu kaki ada di garis kemenangan.”

Setelah membaca 20 Kata Motivasi dari Orang-orang Sukses ini, manakah yang menjadi favorit anda? 
apakah semangat dan motivasi anda bertambah?
atau masih biasa-biasa saja?

Semoga yang bertambah adalah yang baik-baik, yang jelek sumingkir... 😍😍😍 

Terima kasih telah mampir kesini, bila ada masukan atau saran, sampaikan dalam komentar.....

Salam Satu Karya Sebelum Mati

Puisi Taufiq Ismail "Dari Ibu Seorang Demonstran"


Taufiq Ismail - Dari Ibu Seorang Demonstran





Puisi Taufiq Ismail "Dari Ibu Seorang Demonstran" adalah gambaran dari perasaan orang-orang terkasih dari para pejuang, ada Istri, anak, Ibu, Bapak, dan teman-teman yang harus merelakan orang-orang terdekat dan terkasihnya pergi melaksanakan tugas yang mungkin tidak bisa dilakukan oleh kebanyakan orang.

Tugas itu adalah menyampaikan aspirasi dari sumbatan kepentingan yang menghalangi tercapainya tujuan, Kesejahteraan, Ketentraman dan Keteraturan.

Taufiq Ismail mampu menggambarkannya dengan begitu indah dan menarik. Menyentuh setiap relung sukma dari para pembacanya, membawanya ke suasana dimana hal itu benar-benar terjadi pada diri masing-masing pembaca.

Silahkan teman-teman menikmatinya, Puisi Taufiq Ismail "Dari Ibu Seorang Demonstran".


Dari Ibu Seorang Demonstran

oleh Taufiq Ismail



"Ibu telah merelakan kalian
Untuk berangkat demonstrasi
Karena kalian pergi menyempurnakan
Kemerdekaan negeri ini"

Ya, ibu tahu, mereka tidak menggunakan gada
Atau gas airmata
Tapi langsung peluru tajam
Tapi itulah yang dihadapi
Ayah kalian almarhum
Delapan belas tahun yang lalu

Pergilah pergi, setiap pagi
Setelah dahi dan pipi kalian
Ibu ciumi
Mungkin ini pelukan penghabisan
(Ibu itu menyeka sudut matanya)

Baca Juga : Puisi Taufiq Ismail "Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia"


Tapi ingatlah, sekali lagi
Jika logam itu memang memuat nama kalian
(Ibu itu tersedu sedan)

Ibu relakan
Tapi jangan di saat terakhir
Kau teriakkan kebencian
Atau dendam kesumat
Pada seseorang
Walapun betapa zalimnya
Orang itu

Niatkanlah menegakkan kalimah Allah
Di atas bumi kita ini
Sebelum kalian melangkah setiap pagi
Sunyi dari dendam dan kebencian
Kemudian lafazkan kesaksian pada Tuhan
Serta rasul kita yang tercinta

pergilah pergi
Iwan, Ida dan Hadi
Pergilah pergi
Pagi ini

(Mereka telah berpamitan dengan ibu dicinta
Beberapa saat tangannya meraba rambut mereka
Dan berangkatlah mereka bertiga
Tanpa menoleh lagi, tanpa kata-kata)


1966
_________________________________________________________


 Nah,... itu tadi Puisi Taufiq Ismail "Dari Ibu Seorang Demonstran", setelah membaca apa yang anda rasakan??? sedih, gembira, terharu atau ada perasaan yang lain???


Itulah keunggulan puisi-puisi karya Taufiq Ismail


Terima Kasih telah berkunjung. Silahkan berikan Tanggapan anda dalam kolom komentar.

Minggu, 08 Oktober 2017

Puisi Taufiq Ismail "Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia"


Taufiq Ismail "Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia"


Puisi Taufiq Ismail "Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia"- Sebuah karya indah dari maestro puisi Indonesia, Taufiq Ismail, untuk mengungkapkan keprihatinannya akan situasi yang terjadi pada negeri tercintanya, Indonesia. 


MALU (AKU) JADI ORANG INDONESIA 
   
I
 
Ketika di Pekalongan, SMA kelas tiga 
Ke Wisconsin aku dapat beasiswa 
Sembilan belas lima enam itulah tahunnya 
Aku gembira jadi anak revolusi Indonesia 
Negeriku baru enam tahun terhormat diakui dunia 
Terasa hebat merebut merdeka dari Belanda 
Sahabatku sekelas, Thomas Stone namanya, 
Whitefish Bay kampung asalnya 
Kagum dia pada revolusi Indonesia 
Dia mengarang tentang pertempuran Surabaya 
Jelas Bung Tomo sebagai tokoh utama 
Dan kecil-kecilan aku nara-sumbernya 
Dadaku busung jadi anak Indonesia 
Tom Stone akhirnya masuk West Point Academy 
Dan mendapat Ph.D. dari Rice University 
Dia sudah pensiun perwira tinggi dari U.S. Army 
Dulu dadaku tegap bila aku berdiri 
Mengapa sering benar aku merunduk kini 
 
 
II 
 
Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak 
Hukum tak tegak, doyong berderak-derak 
Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, ebuh Tun Razak, 
Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza 
Berjalan aku di Dam, Champs Élysées dan Mesopotamia 
Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata 
Dan kubenamkan topi baret di kepala 
Malu aku jadi orang Indonesia. 
 
 
III 
 
Di negeriku, selingkuh birokrasi peringkatnya di dunia nomor satu, 
Di negeriku, sekongkol bisnis dan birokrasi 
berterang-terang curang susah dicari tandingan, 
Di negeriku anak lelaki anak perempuan, kemenakan, sepupu 
dan cucu dimanja kuasa ayah, paman dan kakek 
secara hancur-hancuran seujung kuku tak perlu malu, 
Di negeriku komisi pembelian alat-alat berat, alat-alat ringan, 
senjata, pesawat tempur, kapal selam, kedele, terigu dan 
peuyeum dipotong birokrasi 
lebih separuh masuk kantung jas safari, 
Di kedutaan besar anak presiden, anak menteri, anak jenderal, 
anak sekjen dan anak dirjen dilayani seperti presiden, 
menteri, jenderal, sekjen dan dirjen sejati, 
agar orangtua mereka bersenang hati, 
Di negeriku penghitungan suara pemilihan umum 
sangat-sangat-sangat-sangat-sangat jelas 
penipuan besar-besaran tanpa seujung rambut pun bersalah perasaan, 
Di negeriku khotbah, surat kabar, majalah, buku dan 
sandiwara yang opininya bersilang tak habis 
dan tak utus dilarang-larang, 
Di negeriku dibakar pasar pedagang jelata 
supaya berdiri pusat belanja modal raksasa, 
Di negeriku Udin dan Marsinah jadi syahid dan syahidah, 
ciumlah harum aroma mereka punya jenazah, 
sekarang saja sementara mereka kalah, 
kelak perencana dan pembunuh itu di dasar neraka 
oleh satpam akhirat akan diinjak dan dilunyah lumat-lumat, 
Di negeriku keputusan pengadilan secara agak rahasia 
dan tidak rahasia dapat ditawar dalam bentuk jual-beli, 
kabarnya dengan sepotong SK 
suatu hari akan masuk Bursa Efek Jakarta secara resmi, 
Di negeriku rasa aman tak ada karena dua puluh pungutan, 
lima belas ini-itu tekanan dan sepuluh macam ancaman, 
Di negeriku telepon banyak disadap, mata-mata kelebihan kerja, 
fotokopi gosip dan fitnah bertebar disebar-sebar, 
Di negeriku sepakbola sudah naik tingkat 
jadi pertunjukan teror penonton antarkota 
cuma karena sebagian sangat kecil bangsa kita 
tak pernah bersedia menerima skor pertandingan 
yang disetujui bersama, 
 

Di negeriku rupanya sudah diputuskan 
kita tak terlibat Piala Dunia demi keamanan antarbangsa, 
lagi pula Piala Dunia itu cuma urusan negara-negara kecil 
karena Cina, India, Rusia dan kita tak turut serta, 
sehingga cukuplah Indonesia jadi penonton lewat satelit saja, 
Di negeriku ada pembunuhan, penculikan 
dan penyiksaan rakyat terang-terangan di Aceh, 
Tanjung Priuk, Lampung, Haur Koneng, 
Nipah, Santa Cruz dan Irian, 
ada pula pembantahan terang-terangan 
yang merupakan dusta terang-terangan 
di bawah cahaya surya terang-terangan, 
dan matahari tidak pernah dipanggil ke pengadilan sebagai 
saksi terang-terangan, 
Di negeriku budi pekerti mulia di dalam kitab masih ada, 
tapi dalam kehidupan sehari-hari bagai jarum hilang 
menyelam di tumpukan jerami selepas menuai padi. 
 
 
IV 
 
Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak 
Hukum tak tegak, doyong berderak-derak 
Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, Lebuh Tun Razak, 
Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza 
Berjalan aku di Dam, Champs Élysées dan Mesopotamia 
Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata 
Dan kubenamkan topi baret di kepala 
Malu aku jadi orang Indonesia. 
 
 
1998

Sabtu, 07 Oktober 2017

Sejarah Nama Indonesia


Sejarah Nama Indonesia
Peta Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia


Sejarah Nama Indonesia mungkin sedikit orang yang mengetahuinya. Sehingga anak bangsa sendiri jarang mengetahui tentang sejarah nama Indonesia. Artikel kali ini akan mencoba mengungkap sejarah ini, meskipun tidak lengkap, semoga dapat memberikan sedikit informasi.

Nama Indonesia Pada Masa Lampau

Pada zaman purba, kepulauan tanah air disebut dengan aneka nama. Dalam catatan bangsa Tionghoa kawasan kepulauan tanah air dinamai Nan-hai (Kepulauan Laut Selatan).

Berbagai catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata Sansekerta dwipa (pulau) dan antara (luar, seberang). Kisah Ramayana karya pujangga Valmiki menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Rahwana, sampai ke Suwarnadwipa (Pulau Emas, yaitu Sumatra sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara

Bangsa Arab menyebut tanah air kita Jaza'ir al-Jawi (Kepulauan Jawa). Nama Latin untuk kemenyan adalah benzoe, berasal dari bahasa Arab lubban jawi (kemenyan Jawa), sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon Styrax Sumatrana yang dahulu hanya tumbuh di Sumatra. Sampai hari ini jemaah haji kita masih sering dipanggil "Jawa" oleh orang Arab. Bahkan orang Indonesia luar Jawa sekalipun.

Dalam bahasa Arab juga dikenal Samathrah (Sumatra), Sholibis (Sulawesi), Sundah (Sunda), semua pulau itu dikenal sebagai kulluh Jawi (semuanya Jawa).

Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari Arab, Persia, India, dan Cina. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara Persia dan Cina semuanya adalah "Hindia".

Semenanjung Asia Selatan mereka sebut "Hindia Muka" dan daratan Asia Tenggara dinamai "Hindia Belakang". Sedangkan tanah air memperoleh nama "Kepulauan Hindia" (Indische Archipel, Indian Archipelago,l'Archipel Indien) atau "Hindia Timur" (Oost Indie, East Indies, Indes Orientales). Nama lain yang juga dipakai adalah "Kepulauan Melayu" (Maleische Archipel, Malay Archipelago, l'Archipel Malais).

Nama Indonesia pada Masa Penjajahan

Pada jaman penjajahan Belanda, nama resmi yang digunakan adalah Nederlandsch-Indie  (Hindia Belanda), sedangkan pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945 memakai istilah To-Indo (Hindia Timur).

Eduard Douwes Dekker (1820-1887), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah mengusulkan nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan tanah air kita, yaitu Insulinde, yang artinya juga "Kepulauan Hindia" (bahasa Latin insula berarti pulau). Nama Insulinde ini kurang populer.

Munculnya nama Nusantara

Pada tahun 1920-an, Ernest Francois Eugene Douwes Dekker (1879-1950), yang dikenal sebagai Dr. Setiabudi (cucu dari adik Multatuli), memperkenalkan suatu nama untuk tanah air kita yang tidak mengandung unsur kata "India". Nama itu tiada lain adalah Nusantara, suatu istilah yang telah tenggelam berabad-abad lamanya.

Setiabudi mengambil nama itu dari Pararaton, naskah kuno zaman Majapahit yang ditemukan di Bali pada akhir abad ke-19 lalu diterjemahkan oleh J.L.A. Brandes dan diterbitkan oleh Nicholaas Johannes Krom pada tahun 1920.

Pengertian Nusantara yang diusulkan Setiabudi jauh berbeda dengan pengertian nusantara zaman Majapahit. Pada masa Majapahit, Nusantara digunakan untuk menyebutkan pulau-pulau di luar Jawa (antara dalam bahasa Sansekerta artinya luar, seberang) sebagai lawan dari Jawadwipa (Pulau Jawa). 
Sumpah Palapa dari Gajah Mada tertulis "Lamun huwus kalah nusantara, isun amukti palapa" (Jika telah kalah pulau-pulau seberang, barulah saya menikmati istirahat).

Oleh Dr. Setiabudi kata nusantara zaman Majapahit yang berkonotasi jahiliyah itu diberi pengertian yang nasionalistis. Dengan mengambil kata Melayu asli antara, maka Nusantara kini memiliki arti yang baru yaitu "nusa di antara dua benua dan dua samudra", sehingga Jawa pun termasuk dalam definisi nusantara yang modern. 

Istilah nusantara dari Setiabudi ini dengan cepat menjadi populer penggunaannya sebagai alternatif dari nama Hindia Belanda. Sampai hari ini istilah nusantara tetap dipakai untuk menyebutkan wilayah tanah air dari Sabang sampai Merauke.

Nama Indonesia

Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan (1819-1869), seorang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh.  Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Inggris, George Samuel Windsor Earl (1813-1865), menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA.

Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations. 

Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. 

Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia (nesos dalam bahasa Yunani berarti pulau). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis: "... the inhabitants of the Indian Archipelago or Malayan Archipelago would become respectively Indunesians or Malayunesians".

Earl sendiri menyatakan memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (Kepulauan Hindia), sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon (Srilanka) dan Maldives
(Maladewa). 

Earl berpendapat juga bahwa bahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini. Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah Malayunesia dan tidak memakai istilah Indunesia.

Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago. Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah "Indian
Archipelago" terlalu panjang dan membingungkan.
Logan memungut nama Indunesia yang dibuang Earl, dan huruf "u" digantinya dengan huruf "o" agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia.

Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan:
"Mr. Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it in favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia, which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago".
Ketika mengusulkan nama "Indonesia" agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama resmi. Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama "Indonesia" dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi.

Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826-1905) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air pada tahun 1864 sampai 1880. 

Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah "Indonesia" di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah "Indonesia" itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam Encyclopedie van Nederlandsch-Indie tahun 1918. Padahal Bastian mengambil istilah "Indonesia" itu dari tulisan-tulisan Logan.

Orang Indonesia yang mula-mula menggunakan istilah "Indonesia" adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Ketika dibuang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau.

Nama indonesisch (Indonesia) juga diperkenalkan sebagai pengganti indisch (Hindia) oleh Prof. Cornelis van Vollenhoven (1917). Sejalan dengan itu, inlander (pribumi) diganti dengan indonesiër (orang Indonesia).

Menjadi Nama yang bermakna Politis

Pada dasawarsa 1920-an, nama "Indonesia" yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan tanah air kita, sehingga nama "Indonesia" akhirnya memiliki makna politis, yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan. Akibatnya pemerintah Belanda mulai curiga dan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Logan itu.

Pada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad Hatta, seorang mahasiswa Handels Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam, organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yang terbentuk tahun 1908 dengan nama Indische Vereeniging berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging atau Perhimpoenan
Indonesia. Majalah mereka, Hindia Poetra, berganti nama menjadi Indonesia Merdeka.

Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya :
"Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (de toekomstige vrije Indonesische staat) mustahil disebut "Hindia Belanda". Juga tidak "Hindia" saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli. Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (een politiek doel), karena melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air di masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia (Indonesier) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya."
Di tanah air Dr. Sutomo mendirikan Indonesische Studie Club pada tahun 1924. Tahun itu juga Perserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Pada tahun 1925 Jong Islamieten Bond membentuk kepanduan Nationaal
Indonesische Padvinderij (Natipij). 

Itulah tiga organisasi di tanah air yang mula-mula menggunakan nama "Indonesia". Akhirnya nama "Indonesia" dinobatkan sebagai nama tanah air, bangsa dan bahasa pada Rapat Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal 28 Oktober 1928, yang kini dikenal dengan sebutan Sumpah Pemuda.

Pada bulan Agustus 1939 tiga orang anggota Volksraad (Dewan Rakyat; parlemen Hindia
Belanda), Muhammad Husni Thamrin, Wiwoho Purbohadidjojo, dan Sutardjo Kartohadikusumo, mengajukan mosi kepada Pemerintah Hindia Belanda agar nama "Indonesia" diresmikan sebagai pengganti nama "Nederlandsch-Indie". Tetapi Belanda menolak mosi ini.

Indonesia Resmi Menjadi Nama Negara

Dengan jatuhnya tanah air ke tangan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942, lenyaplah nama "Hindia Belanda". Lalu pada tanggal 17 Agustus 1945, lahirlah Republik Indonesia.

Demikian Sejarah Nama Indonesia, semoga menambah pengetahuan kita akan sejarah bangsa kita sendiri. Sehingga menambah rasa cinta dan Nasionalisme dalam hati kita terhadap INDONESIA. 


Terima kasih telah membaca Sejarah Nama Indonesia semoga bermanfaat .......